Pengaturan Makan Bagi Penderita Hipertensi

TEMA :  PENGATURAN MAKAN BAGI PENDERITA HIPERTENSI

Narasumber : Maria Dewi, AmG (ahli gizi RSK Budi Rahayu Blitar)

Penyakit Hipertensi berasal dari kata Hyper dan Tension. Hyper berarti lebih tinggi, sedangkan Tension artinya tensi atau tekanan, jadi Hypertensi adalah tekanan darah yang tinggi atau di atas normal.

Penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka sistolik (bagian atas) dan angka bawah (diastolik) pada pemeriksaan tekanan darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik sphygmomanometer ataupun alat digital lainnya.

 

Nilai normal tekanan darah sesorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah kurang dari 120/80 mmHg. Dalam aktifitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan angkat kisaran stabil. Tetai pada umumnya, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat saat beraktifitas atau berolah raga.

 

Ada beberapa klasifikasi tekanan darah sebagai berikut :

Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa menurut JNC VII
Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik
Normal < 120 mmHg (dan) < 80 mmHg
Pre-hipertensi 120-139 mmHg (atau) 80-89 mmHg
Stadium 1 140-159 mmHg (atau) 90-99 mmHg
Stadium 2 >= 160 mmHg (atau) >= 100 mmHg

Saat pemeriksaan tekanan darah biasanya akan didapat dua angka, angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi atau disebut dengan sistolik, sedangkan angka yang lebih rendah diperoleh saat jantung berelaksasi atau biasa disebut dengan diastolik.

 

Hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa hal :

  1. Hipertensi yang tidak disebabkan oleh adanya gangguan organ lain seperti ginjal dan jantung namun disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti faktor keturunan, pola hidup yang tidak seimbang, keramaian, stress dan pekerjaan, kebiasaan konsumsi tinggi lemak dan garam, aktifitas yang kurang, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan kafein. Hipertensi ini biasa disebut dengan hipertensi primer
  2. Hipertensi yang disebabkan oleh gangguan ginjal, endokrin dan kekakuan aorta, kelainan hormonal, penggunaan obat-obatan, hipertensi ini biasa disebut dengan hipertensi sekunder

 

Bila seseorang menderita hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dan pengontrolan secara teratur maka akan membawa penderita ke dalam kasus yang serius bahkan berujung pada kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus memaksa jantung untuk bekerja keras yang akhirnya berakibat pada kerusakan pembuluh darah jantung, ginjal, otal dan mata. Seperti kita ketahui bahwa penyebab umum stroke dan serangan jantung adalah hipertensi.

 

Pengaturan makanan bagi penderita hipertensi adalah dengan Diet Rendah Garam. Yang dimaksudkan dengan garam dalam diet rendah garam adalah garam natrium seperti yang terdapat di dalam garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (mono natrium glutamat). Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau ascites dan atau hipertensi..

 

Ada beberapa macam pemberian diet rendah garam :

1.      Diit Rendah Garam I (200 – 400 mg Na), diberikan kepada penderita dengan oedema, ascites, dan atau hipertensi berat.

Pada diet rendah garam I ini pada pengolahan makanannya tidak diberikan garam dapur sama sekali dan menghindari bahan makanan yang tinggi natriumnya

2.      Diit Rendah Garam II (600 – 800 mg Na), diberikan kepada penderita dengan oedema, ascites, dan atau hipertensi yang tidak terlalu berat

Pada diet rendah garam II ini, boleh menggunakan ½ sdt garam dapur atau sekitar 2 gram garam dapur pada pengolahan makanannya dan tetap menghindari bahan makanna tinggi natriumnya

3.      Diit Rendah Garam III (1000 – 1200 mg Na), diberikan kepada penderita oedema atau hipertensi ringan

Pada pengolahan makanan diet rendah garam III boleh menggunakan 1 sdt atau sekitar 4 gr garam dapur.

 

Contoh bahan makanan yang tinggi Natrium dan tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah :

  1. Sumber Karbohidrat

Roti, biskuit, dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan/atau baking powder dan soda.

  1. Sumber Protein Hewani

Otak, ginjal, lidah, sardin; daging, ikan, susu, dan telur yang diawet dengan garam dapur seperti daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin dan telur pindang

  1. Sumber Protein Nabati

Keju kacang tanah, dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur

  1. Sayuran

Sayuran yang dimasak dan diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, dan acar

  1. Buah-buahan

Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur seperti buah dalam kaleng, durian dan nangka

  1. Lemak

Margarin dan mentega biasa

  1. Minuman

Minuman ringan

  1. Bumbu

Garam dapur untuk diet RG I, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur seperti : kecap, terasi maggi, saos tomat, petis dan taoco

 

Bahan makanan yang diperbolehkan atau dianjurkan adalah :

  1. Sumber Karbohidrat : Beras, kentang, singkong, tepung terigu, tepung tapioka, hunkwe, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut diatas tanpa garam dapur dan soda seperti makaroni, mi, bihun, roti, biskuit, kue kering
  2. Sumber Protein Hewani :D aging dan ikan maksimal 100 gr sehari; telur maksimal 1 btr sehari
  3. Sumber Protein Nabati : Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur
  4. Sayuran : Semua sayuran segar; sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat.
  5. Buah-buahan : Semua buah-buahan segar, buah yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat.
  6. Minyak Goreng : Minyak goreng, margarin dan mentega tanpa garam
  7. Minuman : Teh encer
  8. Bumbu : Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium. Garam dapur sesuai ketentuan Diet RG II dan III

 

Ada beberapa cara untuk mencegah hipertensi :

  1. Dengan mengatur pola makan kita

–          Gunakan garam secukupnya saja, perbanyak rempah untuk meningkatkan cita rasa masakan

–          Hindari mengkonsumsi alkohol atau makanan yang mengandung alkohol

–          Kurangi minuman bersoda

–          Kurangi mengkonsumsi makanan yang tinggi natrium seperti udang, jerohan, daging kambing, sosis dan lain sebagainya

  1. Olahraga yang teratur

–          Aerobik, meliputi jalan santai, jogging, lari, bersepeda, renang secara teratur.

–          Olahraga rileks seperti yoga dan meditasi.

  1. Hindari merokok atau terkena asap rokok
  2. Istirahat yang cukup dan mengurangi stress

 

Bila memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi gizi, silakan datang ke Poli Gizi Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar jl. Ahmad Yani no 18 Blitar untuk berkonsultasi pada jam dinas yakni  08.00 – 16.00 WIB. Ahli gizi siap membantu anda..

Atau silahkan kunjungi www.budirahayu.com

 

Pengaturan Makan Pada Hipertensi

Seperti yang telah saya sampaikan pada posting sebelumnya bahwa untuk penderita hipertensi perlu pengaturan makanan dengan cara membatasi asupan garam, lemak dan kolesterol dan meningkatkan asupan kalium.Nah sekarang kita bahas satu persatu oke! :

 

PERTAMA: BATASI PENGGUNAAN GARAMYang dimaksud garam adalah Natrium atau sodium. Jadi kalau sobat baca di etiket makanan ada kata natrium atau sodium itu berarti garam. Zat ini sangat berpengaruh terhadap tekanan darah. Garam natrium/sodium dipasaran dijumpai dalam berbagai bentuk antara lain:

  • Natrium clorida atau garam dapur
  • Mono Sodium Glutamat atau vetsin/penyedap rasa.
  • Natrium bikarbonat atau soda kue
  • Natrium benzoate yang biasa digunakan untuk mengawetkan buah-buahan.
  • Natrium nitrit yang biasa digunakan untuk mengawetkan daging seperti cornet beef.

Pada penderita hipertensi bahan-bahan tersebut, termasuk makanan yang dimasak dengan bahan tersebut harus dibatasi penggunaanya.Batasnya seberapa? Pembatasan ini tergantung tingkat keparahan hipertensi yang diderita. Rinciannya sebagai berikut:

  • Untuk hipertensi berat yaitu apabila tekanan darah systole >180 mmHg dan/ atau diastole >110 mmHg maka dalam pemasakan tidak boleh ditambahkan garam sedikitpun. Makanan yang tinggi garam juga harus dihindari. Pengaturan seperti ini biasa disebut diet rendah garam I (RG I).
  • Untuk hipertensi sedang yaitu apabila tekanan darah sistol :  160 – 179 mmHg dan atau tekanan darah diatole : 100 – 109 mmHg maka penggunaan garam dibatasi hanya ¼ sendok teh atau 1 gram sehari/orang. Makanan yang tinggi garam harus dihindari. Pengaturan ini biasa disebut diet rendah garam II (RG II).
  • Untuk hipertensi ringan yaitu apabila tekanan darah sistol : 140 – 149 mmHg dan/atau tekanan darah diastole : 90 – 99 mmHg, maka penggunaan garam dibatasi hanya ½ sendok teh atau 2 gram sehari/orang. Makanan tinggi garam  harus dihindari. Pengaturan ini biasa disebut Diet rendah garam III (RG III).

Makanan apakah yang tinggi garam dan harus dihindari?Makanan tinggi garam  yang harus dibatasi antara lain :

  • roti, biscuit, krakers, dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda kue
  • dendeng, abon, cornet beef, daging asap, bacon, ham, ikan asin, pindang, sarden, ebi, udang kering, telur asin dan makanan lain yang diawetkan dengan garam.
  • Keju, margarine, mentega.
  • Acar, asinan, manisan, sayuran maupun buah dalam kaleng.
  • Bumbu-bumbu yang banyak mengandung garam seperti kecap, magi, terasi, petis, taoco, roiko dan penyedap rasa lainnya.

Ingat : batasan penggunaan garam ini hanya berlaku ketika tekanan daran diatas normal. Ketika tekanan darah sudah turun dalam batas normal maka garam harus dipakai kembali seperti biasa. KEDUA : BATASI PENGGUNAAN MAKANAN TINGGI LEMAK DAN KOLESTEROLMakanan yang tinggi lemak dan klolesterol ini antara lain : semua jeroan, kuning telur, ayam terutama ayam potong (terutama bagian leher kepala, kaki, ekor, kulit dan sayap), otak, udang, cumi, kepiting, kerang,  dan semua makanan yang dimasak dengan minyak goreng,  margarine maupun keju. (selengkapnya : baca juga dislipidemia pada posting sebelumnya) KETIGA: PERBANYAK ASUPAN KALIUMMakanan yang tinggi kalium antara lain : kacang ijo, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, bayam, daun papaya, peterseli, kapri dan buah pisang. BAGAIMANA PENGATURAN SEHARI-HARI?

  1. Batasi garam sesuai tingkat keparahan hipetensi yang di derita.
  2. penggunaan makanan pokok (sumber energi)  seperti makanan dari beras, gandum, sagu, ubi dan sebagainya secukupnya saja. Jangan berlebihan. Apalagi jika anda termasuk kelebihan berat badan.
  3. Hindari lauk-pauk yang tinggi lemak dan kolesterol seperti semua jeroan, kuning telur, ayam terutama ayam potong (terutama bagian leher kepala, kaki, ekor, kulit dan sayap), otak, udang, cumi, kepiting, kerang,  dan semua makanan yang dimasak dengan minyak goreng,  margarine maupun keju. Perbanyak penggunaan ikan terutama ikan laut.
  4. perbanyak penggunaan lauk nabati seperti tempe, tahu,  kacang tanah, kacang ijo, kacang merah dan hasil olahannya.
  5. Perbanyak sayuran dan buah segar. Buah segar paling sedikit 2 – 3 buah/ hari. Sayuran paling sedikit 3 – 4 porsi/hari. Batasi buah duren, nangka, cempedak dan buah-buah lain yang terlalu manis dan menghasilkan gas.
  6. Jika anda minum susu, pilih susu yang rendah lemak.
  7. Batasi penggunaan minyak goreng, margarine, mentega, dan keju. Dianjurkan menggunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, minyak kacang, minyak wijen, minyak jagung, minyak kedele dan minyak biji bunga matahari. Tapi hindarkan pemasakan yang menggunakan panas tinggi seperti menggoreng maupun oven. Karena pemasakan seperti ini akan merusak lemak sehingga justru lebih berbahaya ( baca: bahaya asam lemak trans pada posting sebelumnya).
  8. Batasi makanan dan minuman yang terlalu manis.
  9. Hindari alcohol seperti minuman keras, maupun tape dan hasil olahannya.
  10. Stop rokok.

Oke! Smoga bermanfaat. Dheminto

http://gizinews.blogspot.com

http://untaianhikmah.blogspot.com

http://dheminto.blogdetik.com

 

9 makanan sehat untuk diabetes

Bagi penderita diabetes baik yang tipe 1 atau tipe 2, menjaga asupan makanan,adalah hal mutlak agar kadar gula dalam darah tetap stabil dan mengurangi risiko komplikasi.

Usaha mengontrol kadar gula darah tidak semata-mata fokus pada makanan yang perlu dihindari misalnya dengan cara membatasi asupan nasi putih, gorengan dan makanan olahan yang berlemak.

Usaha mengontrol kadar gula darah juga dapat dilakukan dengan memperhatikan makanan yang sebaiknya dikonsumsi juga sangat perlu diketahui seorang diabetisi.

Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi untuk mengontrol gula darah?

Pakar nutrisi dan diabetes menganjurkan agar diabetisi mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi sehat, seperti serat, omega-3, kalsium, dan vitamin D.

Berikut beberapa makanan sehat untuk pengidap diabetes:

Kacang polong

Kacang polong tinggi serat. Serat merupakan komponen tumbuhan yang membuat Anda kenyang, menstabilkan kadar gula darah, dan bahkan menurunkan kolesterol. Setengah cangkir kacang hitam mengandung sekitar 7 gram serat. Selain itu, kacang polong juga mengandung kalsium, mineral yang terbukti membantu membakar lemak tubuh. Setengah cangkir mengandung sekitar 100 gram kalsium, sekitar 10 persen dari asupan harian. Di samping itu, kacang polong juga merupakan sumber makanan yang kaya protein. Berbeda dengan sumber protein hewan (daging), kacang polong rendah lemak jenuh, lemak yang menyumbat arteri dan memicu penyakit jantung.

Susu
Produk susu, seperti susu, keju dan yogurt, kaya kalsium dan vitamin D. Sebuah studi, seperti dikutip situs prevention.com, menemukan, perempuan yang mengonsumsi lebih dari 1.200 mg kalsium atau lebihdari 800 internasional unit (IU) vitamin D sehari berisiko 33 persen lebih rendah menderita diabetes dibandingkan mereka yang mengonsumsi kedua nutrisi ini dalam jumlah kurang. Tapi, pastikan memilih produk susu yang rendah atau bebas lemak.

Salmon
Salmon kaya asam lemak omega-3. Tiga ons salmon menyediakan sekitar 1.800 mg omega-3. Jenis lemak sehat ini berfungsi mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan berat badan, mengurangi peradangan, serta memperbaiki resistensi insulin. Selain itu, ikan ini juga mengandung vitamin D.

Tuna
Tuna merupakan jenis ikan sehat yang juga kaya asam lemak omega-3. Tiga ons tuna menyumbangkan 1.300 mg omega-3 dan sejumlah vitamin D.

Oats
Oats juga kaya serat, setengah cangkir oat instan menyumbangkan empat gram serat. Penelitian menunjukkan bahwa pencinta oat bisa menrunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL serta memperbaiki resistensi insulin. Kandungan serat dalam oat memperlambat proses pemecahan dan penyerapan karbohidrat. Karena itu, kadar gula darah Anda akan tetap stabil.

Biji rami
Biji rami kaya akan serat dan alpha-linolenic acid (ALA), yang akan diubah tubuh menjadi omega-3 EPA dan DHA. Beberapa studi besar telah menemukan hubungan antara peningkatan asupan ALA dan penurunan kejadian penyakit jantung, serangan jantung, serta gangguan kardiovaskular lainnya. Biji berukuran kecil ini juga dinyatakan bisa menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Kenari
Satu ons kacang sehat ini (sekitar tujuh biji) mengandung 2 gram serat dan 2,6 gram ALA. Tapi, jumlah tersebut juga menyumbangkan 185 kalori. Jadi, perhatikan jumlah asupan jika Anda sedang mempertahankan berat badan.

Selai kacang
Beberapa studi telah menyatakan bahwa selai kacang bisa mengurangi risiko diabetes. Kandungan serat di dalamnya (dua sendok makan mengandung 2 gram serat) turut berperan dalam penurunan risiko ini. Selain itu, selai kacang juga mengandung lemak tunggal tidak jenuh yang baik untuk jantung. Tapi, makanan ini juga kaya kalori. Karena itu, perhatikan takaran asupan Anda.

Cokelat hitam (dark chocolate)
Cokelat ini kaya antioksidan flavonoid, yang berfungsi memperbaiki kadar kolesterol baik dan jahat serta mengurangi tekanan darah.

Read more: http://indodiabetes.com/berbagai-makanan-sehat-untuk-diabetes.html#ixzz1dqpaxvxa

 

Jenis Makanan Berkarbohidrat Untuk Penderita Diabetes

Seorang diabetisi disamping harus rutin berolahraga juga sangat dianjurkan untuk cermat dan selektif memilih makanan yang akan dikonsumsi sehari-hari. Untuk itu seorang diabetisi harus mengetahui jenis makanan apa saja yang aman dikonsumsinya.

Seperti kita ketahui bahwa makanan yang kita konsumsi sehari-hari bertujuan untuk mendapatkan asupan karbohidrat yang kemudian karbohidrat ini akan diubah menjadi glucose untuk menghasilkan energi (tenaga).

Bila produksi hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak mencukupi untuk membawa glucose ke sel-sel tubuh kita, maka kelebihan glucose ini akan tertinggal di dalam darah sehingga akan menyebabkan gula darah kita tinggi yang biasa disebut dengan diabetes atau kencing manis.

ADA (American Diabetes Association), menganjurkan kepada pengidap diabetes agar mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dari whole grain, buah-buahan, sayuran, serta susu rendah lemak.

Selain itu, dianjurkan kalau 60-70% dari asupan kalori sebaiknya berasal dari karbohidrat dan lemak tunggal tidak jenuh (canola oil, minyak zaitun dan minyak kacang, alpukat dan kacang-kacangan), dan 15-20% asupan kalori dari protein. Di samping itu disarankan membatasi asupan kolesterol, yaitu kurang dari 300 miligram dan meminimalkan asupan lemak trans.

Berikut beberapa makanan lain yang dianjurkan:

Oat.
Oat mengandung serat larut dalam air ang berfungsi memperlambat penyerapan gula ke dalam darah serta mengurangi kolesterol darah. Peningkatan kadar kolesterol merupakan salah satu faktor risiko penyebab diabetes.

Kacang polong, buncis dan kacang panjang.
Makanan ini kaya serat larut dan meningkatkan kadar gula darah secara perlahan. Selain itu, jenis kacang-kacangan ini bisa menjadi sumber karbohidrat, protein dan serat yang baik.

Apel, pir, aprikot, cherries, grepefruit (sejenis jeruk besar dengan rasa yang agak pahit), jeruk, buah persik dan plum.
Jenis buah-buahan ini menyediakan serat larut dan melepaskan gula ke aliran darah secara perlahan. Buah ini bisa menjadi pilihan kudapan yang baik bagi pengidap diabetes.

Pasta, ubi jalar, dan roti gandum.
Jenis makanan ini melepaskan energi secara perlahan serta bisa menjadi sumber karbohidrat yang baik bagi pengidap diabetes.

Roti whole grain, beras merah, pasta whole meal dan sarapan whole grain.
Semua makanan ini kaya serat tidak larut. Selain itu, makanan ini juga mengandung seng dan chromium yang berfungsi menguatkan kerja insulin.

Yogurt rendah lemak dan susu skim.
Kedua produk ini mengandung kadar lemak jenuh dan kadar lemak total yang sangat rendah. Produk ni juga menyediakan karbohidrat, protein dan kalsium.

Daging merah rendah lemak, unggas tanpa kulit, ikan dan tahu.
Makanan ini bisa menjadi pilihan sumber protein yang rendah lemak. Membatasi asupan lemak bisa mencegah penambahan berat badan dan mengurangi risiko peningkatan kolesterol dalam darah.

Makarel, salmon dan sarden.
Jenis ikan ini kaya asam lemak omega-3 yang diyakini bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

Biji rami dan labu.
Biji-bijian ini juga mengandung asam lemak omega-3. Anda bisa menambah biji-bijian ini ke sereal Anda.

Buah dan sayuran.
Buah dan sayur merupakan makanan yang kaya kalium. Kekurangan kalium bisa menyebabkan intoleransi glukosa. Selain itu, sayur dan buah juga rendah kalori dan menyediakan berbagai antioksidan, vitamin, mineral, dan fitonutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Read more: http://indodiabetes.com/jenis-makanan-berkarbohidrat-untuk-pasien-diabetes.html#ixzz1dqoA8uXj

 

Pengaturan Makan Bagi Penyandang Diabetes Melitus

Pengaturan makan merupakan pilar utama pengelolaan diabetes mellitus (DM). Namun, Diabetisi (orang dengan diabetes) sering mendapat berbagai informasi tentang makanan dan DM dari berbagai sumber yang tidak selalu benar. Informasi yang kurang tepat sering kali merugikan Diabetisi itu sendiri, antara lain tidak lagi dapat menikmati makanan kesukaan mereka.

Sebenarnya anjuran makan pada Diabetisi sama dengan anjuran makan sehat umumnya, yaitu makanan menu seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing. Sebaliknya anjuran makan bagi Diabetisi juga akan sangat baik untuk orang sehat yang non DM dan juga untuk mencegah penyakit salah gizi yang lainnya.

Tujuan makan sesuai kebutuhan kalori adalah agar dapat mencapai dan mempertahankan berat badan yang normal. Pada Diabetisi yang gemuk, kadar gula darah sulit dikendalikan, sehingga berat badan perlu dibuat normal. Berat badan normal berkisar antara kurang dari 10% sampai lebih dari 10% dari berat badan idaman.

Berat badan idaman adalah 90% x (tinggi badan dalam cm dikurang 100 kg). Bila tinggi badan 160 cm, maka berat badan idamannya adalah 90% x (160-100) kg = 54 kg. Berolahraga dengan teratur dapat membantu menurunkan berat badan dan mengendalikan kadar gula darah.

Selain perlu mencapai gula darah dan mempertahankan gula darah mendekati normal, Diabetisi juga perlu mencapai dan mempertahankan lemak darah serta tekanan darah yang normal. Diabetisi tak perlu takut makan dan dianjurkan makan bersama anggota keluarga lainnya, yaitu menu makanan yang seimbang sesuai kebutuhan gizi.

Kandungan zat gizi dalam makanan serta anjurannya untuk diabetisi sebagai berikut:

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari dan terdiri atas tepung-tepungan dan gula. Diabetisi dianjurkan mengkonsumsi padi-padian, sereal, buah dan sayuran karena mengandung serat tinggi, juga vitamin dan mineral.

Makanan yang perlu dibatasi adalah gula, madu, sirup, kue kukis, dodol dan kue-kue manis lainnya. Karbohidrat sederhana seperti gula hanya mengandung karbohidrat saja tetapi tidak mengandung zat gizi penting lainnya sehingga kurang bermanfaat bagi tubuh.

2. Protein

Protein adalah zat gizi yang penting utuk pertumbuhan dan pengganti jaringan yanng rusak. Oleh karena itu perlu makan protein setiap hari. Sumber protein banyak terdapat dalam ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

3. Lemak

Lemak juga sumber tenaga. Bagi Diabetisi makanan jangan terlalu banyak digoreng, sebaiknya lebih banyak dimasak menggunakan sedikit minyak sepeti dipanggang, dikukus, dibuat sup, direbus atau dibakar. Batasi konsumsi makanan tinggi kolesterol seperti otak, jerohan, kuning

4. Vitamin & mineral

Vitamin dan mineral terdapat pada sayuran dan buah-buahan, berfungsi utuk membantu melancarkan kerja tubuh. Apabila kita makan makanan yang bervariasi setiap harinya maka tidak perlu lagi vitamin tambahan. Diabetisi perlu mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang normal. Oleh karena itu perlu membatasi konsumsi natrium. Hindari makanan tinggi garam dan vetsin. Anjuran makan garam dapur sehari kira-kira 6-7 gram (1 sendok teh).

Menu Seimbang
Makanlah beraneka ragam makanan yang mengandung sumber zat tenaga, sumber zat pembangun serta sumber zat pengatur.

  1. Makanan sumber zat tenaga mengandung zat gizi: karbohidrat, lemak, dan proten. Makanan sumber zat tenaga antara lain nasi serta penggantinya seperti roti, mie, kentang, dll.
  2. Makanan sumber zat pembangun mengandung zat gizi protein dan mineral. Makanan sumber zat pembangun antara lain kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, ayam, daging, susu, keju dll.
  3. Makanan sumber zat pengatur mengandung vitamin dan mineral. Makanan sumber zat pengatur antara lain sayuran dan buah-buahan.

Makanlah Teratur
Untuk dapat makan sesuai kebutuhan gizi, anda perlu mengetahui kebutuhan kalori sehari. Selain membantu dalam kebutuhan kalori, ahli gizi/diet juga menyaranakan variasi makanan sesuai dengan daftar bahan makanan penukar.

Porsi makanan hendaknya tersebar sepanjang hari, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam serta kudapan diantara waktu makan. Diabetisi yang menggunakan insulin atau OHO, sebaiknya memperhatikan jadwal makan teratur, jenis serta jumlah makanan. Bila mereka makan tidak teratur, dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah < 60 mg/dL) yang bisa membahayakan.

Jumlah & Jenis Makanan Sehari-hari

Sebagai pedoman, anda dianjurkan makan 3 kali sehari yang terdiri dari:

  1. Satu piring nasi atau penggatinya.
  2. Satu potong ikan atau penggantinya.
  3. Satu mangkok sayuran.
  4. Buah-buahan.

Diantara waktu makan tersebut di atas dapat diselingi dengan kudapan/makanan ringan, contohnya buah atau kue.

Sumber : Hidup Sehat dengan Diabetes, Pusat Lipid & Diabetes RSCM/FKUI | 06-08-2007 |

Read more: http://indodiabetes.com/pengaturan-makan-bagi-diabetisi.html#ixzz1dqmc7xFa

 

Pertanyaan Mengenai Diabetes

 

Pertanyaan Tentang Penyakit Diabetes
Si penyandang tak harus pantang makanan tertentu. “Hingga saat ini masih banyak pandangan keliru masyarakat tentang penyakit diabetes mellitus.  Kekeliruan itu seringkali jadi pemicu bertambah parahnya penyakit si penyandang.  Dr. Luciana B Sutanto, MS. SpGK. menjawab beberapa pertanyaan yang seringkali ditanyakan orang.”

 

1. APA ITU DIABETES?

Seseorang diagnosis menderita diabetes jika kandungan gula darah di dalam tubuhnya berada di luar batas normal.  Normalnya, kadar gula darah pada waktu puasa tidak lebih dari 110 mg/dL dan dua jam setelah makan di bawah 140 mg/dL makanya, penyakit ini lantas dikenal dengan sebutan diabetes mellitus. Mellitus berasal dari bahasa latin yang berarti madu.

Karena yang dilihat gula darah, maka hanya melalui pemeriksaanlah, seseorang bisa diketahui mengidap diabetes atau tidak.  Yakni berdasarkan pemeriksaan kadar glukosa dalam darah.  “Tes ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik-klinik pengobatan,” ujar dokter Luciana.

2. BAGAIMANA GEJALA YANG DIALAMI PENYANDANG DIABETES?

  • Gejala yang paling terlihat, si penyandang tiba-tiba mengalami penurunan berat badan dalam waktu yang relatif singkat.
  • Gejala yang khas adalah sering bolak-balik ke belakang.  Ini akibat pada gula yang tinggi sehingga bocor ke air kencing.  Sudah sifatnya, gula menarik air, jadi tak heran kalau kantung kencingnya menjadi cepat penuh.  Itu juga melatar belakangi penyakit diabet disebut kencing manis karena urine yang dikeluarkan mengandung gula.
  • Akibat lain, si penyandang sering merasa haus sebagai dampak dari air yang terus-menerus dikeluarkan.
  • Sering merasa lapar.  Kadar glukosa yang tidak dapat masuk ke dalam sel menyebabkan rasa lapar pada penderita.  Maka keinginann makan-pun meningkat.  Apesnya, kebanyakan makan justru akan menaikan kadar gula.
  • Keluhan lain yang sering timbul, si penyandang mengalami penurunan berat badan dalam waktu relatif singkat tanpa penyebab yang jelas.
  • Lemah, lesu, dan cepat capek.  Penyebabnya, glukosa darah tidak dapat masuk ke dalam sel.  Akibatnya, sel kekurangan bahan bakar untuk menghasilkan tenaga.  Jadi, tenaga terpaksa diambil dari cadangan lemak dan otot.  Jadi, berat badan pun makin menurun.

3. BAGAIMANA GEJALA PENDERITA YANG SUDAH KRONIS?

Yang sudah kronis mengalami gejala yang lebih rumit yakni:

  • gangguan penglihatan
  • sering kesemutan, biasanya pada kaki
  • bisulan
  • gangguan ereksi /disfungsi seksual, biasanya terjadi pada penderita laki-laki.

4. APA PENYEBABNYA?

Penyebanya: Diabet type I disebut juga Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM).  Penyandang mengalami gangguan produksi hormon insulin oleh suatu bagian dari pankreas.

Diabetes type II disebut juga Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus (NIDDM).  Penyandang tidak kekurangan insulin, tetapi ada resitensi sel otot maupun sel jaringan lemak untuk dimasuki gula darah.  Pankreas pada tubuh penderita tidak berfungsi dengan baik.  Akibatnya hormon insulin tidak dihasilkan dengan baik.  Padahal hormon inilah yang seharusnya membantu metabolisme asupan makanan.  Dengan begitu, gula tidak terserap dengan baik oleh tubuh dan tinggal di dalam darah.  Akibatnya kadar gula darah menjadi tinggi.

5. SIAPA YANG BERISIKO TERKENA DIABETES?

Setiap orang berisiko terkena diabetes, baik laki-laki maupun perempuan. Namun risiko tersebut dibagi dalam 2 kategori. “Yakni risiko yang dapat dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan.” terang perempuan kelahiran Yogyakarta, 40 tahun lalu ini.            Risiko tersebut ditentukan antara lain oleh uisa.  “Usia diatas 45 tahun memiliko risiko lebih besar,” tambah dokter lulusan spesialis Gizi ICU (Intesive Care Unit) Universitas Indonesia ini. Faktor lain yang menentukan risiko tadi adalah faktor keturunan.  Jika dalam keluarga ada yang memiliki riwayat pengidap diabetes mellitus, sebaiknya berhati-hati.

Sementara faktor yang bisa dikendalikan meliputi kondisi berat badan, kesehatan, dan riwayat keguguran berulang (tanpa disengaja).  Pemilik tubuh gemuk, memiliki risiko terkena diabet 10 – 30 kali lipat orang dengan berat badan normal.

6. APAKAH ANAK-ANAK BISA MENDERITA DIABETES?

Anak-anak bisa menderita diabetes, tidak ada batasan usia.  “Bisa saja umur belasan atau dibawah itu,” Ujar Lucy

.            Secara garis besar, ada 2 dasar penyebab.  Pertama, autoimun. Disebabkan peradangan pada sel beta di pankreas yang menyebabkan timbulnya antibodi terhadap sel beta.  Reaksi ini mengakibatkan hancurnya sel beta.  Dengan begitu produk insulin terganggu.  Nah, hormon insulin inilah yang mengatur kadar gula pada tubuh.            Penyebab kedua, idiopatik, yakni tidak diketahui penyebabnya.

7. BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?

Pertama, mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Konsumsi makanan sehat dan seimbang sangat penting dilakukan.Berikutnya, olahraga teratur.  Latihan jasmani dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin sehingga memperbaiki kendali glukosa dalam darah.Jangan lupa melakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk mengetahui kondisi gula dalam darah.  Tak perlu menunggu gejala untuk keluhan datang. Umumnya orang memeriksakan diri saat diabetes sudah diidap, sehingga terlanjur tinggi kadar gulanya.Jaga berat badan ideal.  Karena pemilik tubuh gemuk memiliki risiko 10 – 30 kali lebih besar terkena diabetes ketimbang pemilik tubuh ideal.

8. BAGAIMANA PENGOBATANNYA?

Ada  4 tahap pengobatan yang bisa dilakukan penderita dan keluarga penderita:§

Edukasi.

Pengetahuan dan pendidikan tentang penyakit ini wajib dipelajari secara saksama oleh penyandang dan keluargnya.  Pasalnya, tidak jarang beberapa di antara penyandang diberikan makanan yang seharusnya tidak dianjurkan hanya karena tidak tega.  Yang tejadi kemudian, naiklah kadar gula darah si penyandang.

Perencanaan makanan

Sebetulnya tidak ada makanan khusus yang harus dihindari.  Semua makanan pada dasarnya diperlukan oleh tubuh manusia.  Hanya saja, jumlahnya harus sesuai dengan kebutuhan tubuh.  Penyandang diabetes membutuhkan kalori sesuai dengan keadaan individu masing-masing.  Ahli gizi akan menghitung kebutuhan kalori penyandang diabet berdasarkan:1.       jumlah kalori yang ditentukan menurut umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan, aktivitas, suhu tubuh, dan gangguan metabolisme yang ada.2.       jumlah dan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak yang diperlukan tubuh, disesuaikan kesanggupan tubuh untuk menggunkannya.

Pasien diabet tidak boleh dibiarkan kelaparan.  Jika penderita mulai merasa lapar di dalam tubuhnya mulai menurun.  Ini justru berbahaya karena penderita bisa tiba-tiba pingsan.

Pedoman waktu makan bagi penyandang diabetes adalah setiap 3 jam sekali dalam sehari.  Atau 6 kali makan dengan pola 3 kali makan besar dengan 3 kali makanan selingan di antaranya.

Usahakan selalu makan sayuran dalam setiap kali makan besar.  Risiko bisa banyak berkurang jika banyak menghindari makanan yang mengandung gula.

Jika penderita memiliki tubuh gemuk, maka asupam kalori dikurangi untuk menurunkan berat badan.  Pilih jenis karbohidrat yang bersifat kompleks, yaitu nasi, kentang, ubi, buar, dan lain-lain.  Sementara, karbohidrat simpleks (misalnya gula dan madu) tetap boleh dikonsumsi hanya jumlahnya tidak lebih dar1 4 sendok makan sehari.

Standar makanan yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi: karbohdrat 60%-70%, protein 10% – 15% dan lemak 20% – 25% dari total kalori sehari.

Makanan dengan komposisi karbohidrat sampai 70-75 persen masih memberikan hasil yang baik.  Jumlah kandungan kolesterol disarankan kurang dari 300mg/hari. Jumlah serat sebaiknya memenuhi setidaknya 25 gram/hari. Penyandang diabetes dengan hipertensi perlu mengurangi asupan garam.  Bagi yang suka makanan manis, pemanis buatan dapat digunakan.

Jumlah kalori juga disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, dan kegiatan jasmani/aktivitas sehari-hari.   Untuk menghitung kebutuhan kalori, dapat digunakan rumus Broca yaitu:

Berat Badan Idaman (BBI) = (Tinggi Badan – 100)-10%

Kriteria status gizi:

  • BB tergolong kurang, bila BB saat ini <90% persen BBI
  • BB tergolong normal, bila BB saat ini antara90% -110% BBI
  • BB tergolong lebih, bila BB saat ini antara 110% -120% persen dari BBI
  • BB tergolong gemuk, bila BB saat ini >120% BBI

Olahraga.

Latihan jasmani dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa dalam darah.  Olahraga yang dapat dilakukan anata lain, jalan kaki, bersepeda, joging, dan berenang.  Kegiatan sehari-hari seperti jalan kaki ke pasar, memilih menggunakan tangga dari pada lift, berkebun, baik dilakukan.  Olahraga sebaiknya disesuaikan dengan umur dan keadaan si pasien.

Pemberian insulin

Menyuntik insulin adalah memberikan insulin ke dalam tubuh untuk mengendalikan gula darah.  Penggunaan insulin umumnya diberikan sebagai terapi penyandang diabetes tipe 1, atau penyandang diabet yang disertai penyulit (infeksi, kehamilan, dan lain-lain).

(Saji Sehat ed 53A/TH.III/31 Agustus 2005)

 

Pentingnya ASI Eksklusif Bagi Bayi

APA ITU ASI EKSLUSIF?

ASI eksklusif adalah pemberian
ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini.

 

MENGAPA HARUS ASI EKSLUSIF?

  • Perlindungan besar dari berbagai penyakit
  • Persiapan saluran pencernaan yang optimal
  • Mengurangi resiko alergi
  • Melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari
  • Membantu melindungi bayi dari anemia kekurangan zat besi

 

MANFAAT ASI BAGI IBU


  • Menjarangkan kehamilan
  • Mengurangi perdarahan
  • Melindungi kesehatan ibu
  • Menjalin hubungan cinta kasih ibu dan anak


MANFAAT ASI BAGI BAYI


  • Menjalin hubungan cinta kasih pada Ibu
  • Makanan alamiah yang sempurna bagi bayi
  • Kandungan gizinya lengkap
  • Sebagai antibody bagi tubuh
  • Tidak menyebabkan alergi
  • Mudah di cerna
  • Melindungi bayi terhadap infeksi

DIARE PADA ANAK


Latar Belakang

Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. WHO memperkirakan 4 milyar kasus terjadi di dunia pada tahun 2000 dan 2,2 juta diantaranya meninggal, sebagian besar anak-anak dibawah umur 5 tahun (Depkes RI 1992). Hal ini sebanding dengan 1 anak meninggal setiap 15 detik atau 20 jumbo jet kecelakaaan setiap hari Di Indonesia, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kesakitan yang menimbulkan banyak kematian terutama pada bayi dan balita, serta sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB)(Depkes RI 1992). Berdasarkan profil kesehatan Indonesia 2003, penyakit diare menempati urutan kelima dari 10 penyakit utama pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit dan menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di Rumah Sakit. Berdasarkan data tahun 2003 terlihat bahwa frekuensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit diare sebanyak 92 kasus dengan 3865 orang penderita, 113 orang meninggal, dan Case Fatality Rate (CFR) 2,92%. Penyakit diare sering menyerang bayi dan balita, bila tidak diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian (Setiawan 2007).  Salah satu faktor risiko yang sering diteliti adalah faktor lingkungan yang meliputi sarana air bersih (SAB), sanitasi,  jamban,  saluran pembuangan air limbah (SPAL),  kualitas bakterologis air, dan kondisi rumah. Data terakhir menunjukkan bahwa kualitas air minum yang buruk yang disebabkan sanitasi yang buruk yang menyebabkan kontaminasi bakteri E.coli dalam air bersih yang dikonsumsi masyarakat. Bakteri E.coli mengindikasikan adanya pencemaran tinja manusia. Kontaminasi bakteri  E.coli terjadi pada air tanah yang banyak disedot penduduk di perkotaan, dan sungai yang menjadi sumber air baku di PDAM pun tercemar bakteri ini (Setiawan 2007).
Gambaran Umum

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari (WHO 1980).  Berdasarkan mekanismenya, diare dibedakan menjadi dua, yaitu diare akibat gangguan absorbsi dan diare akibat gangguan sekresi. Menurut lamanya, diare dibedakan menjadi diare akut yang berlangsung kurang dari 14 hari dan diare kronik persisten yang berlangsung lebih dari 14 hari secara intermitten (Soebagyo, 2008). Diare akut disebabkan 90% oleh infeksi bakteri dan parasit sedangkan yang lain dapat disebabkan oleh obat-obatan dan bahan-bahan toksik. Diare ditularkan fekal oral. Faktor penentu terjadinya diare akut sangat dipengaruhi oleh faktor pejamu (host), yaitu faktor yang berkaitan dengan kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme dan faktor penyebab (agent), yang berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dalam menyerang sistem pertahanan tubuh host.
Gejala dan Tanda

Apabila frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair yang bersifat mendadak datangnya serta berlangsung dalam waktu kurang dari 2 minggu (Setiawan 2007). Sering kali diare disertai kejang perut, terasa haus yang amat sangat, tidak mau makan, badan lesu, dan lemas demam dan muntah (pada orang tertentu).
Etiologi

Penyebab terjadinya Diare pada umunya adalah karena infeksi, malabsorbsi, alergi, keracunan, Imunisasi defisiensi dan sebab lainnya yang dipengaruhi oelh beberapa faktor antara lain;  lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, sosial ekonomi, serta perilaku masyarakat. Diare dapat disebabkan oleh bakteri (Eschericia coli, Vibrio cholera, Shigella dan Entamoeba histolytica), virus, parasit (jamur, cacing, protozoa), keracunan makanan / minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia dan alergi terhadap susu.
PENCEGAHAN DIARE

Tujuan
Tujuan  Pencegahan adalah untuk tercapainya penurunan angka kesakitan
Upaya Kegiatan Pencegahan  daire
Hasil penelitihan terakhir menunjukkan, bahwa cara pencegahan yang benar dan efektif yang dapat dilakukan adalah memberikan ASI, memperbaiki makanan pendamping ASI, menggunakan air bersih yang cukup, mencuci tangan, menggunakan jamban, membuang tinja bayi yang benar, memberikan imunisasi campak. 

a).        Pemberian ASI
Asi adalah makanan paling baik untuk bayi . komponen zat makanan tersedia dalam bentuk yang ideal dan seimbang untuk dicerna diserap secara optimal oleh bayi Asi saja sudah cukup untuk menjaga pertumbuhan sampai umur 4-6 bulan, tidak ada makanan lain yang dibutuhkan selama masa ini. Asi steril, berbeda dengan sumber susu lain : susu formula atau cairan lain disiapkan dengan air atau bahan-bahan yang terkontaminasi dalam botol yang kotor.  Pemberian Asi saja , tanpa cairan atau makanan lain dan tanpa menggunakan botol,menghindarkan anak dari bahaya bakteri dan organisme lain yang akan menyebabkan diare . Keadaan seperti ini disebut disusui secara penuh. Bayi –bayi harus disusui secara penuh sampai mereka berumur 4-6 bulan . Setelah 6 bulan dari kehidupnya ,pemberian ASI harus diteruskan sambil ditambahkan dengan makanan lain (proses menyapih). ASI mempunyai khasiat preventif secara imunologik dengan adanya antibodi dan zat-zat lain yang dikandungnya. ASI turut memberikan perlindungan terhadap diare pada bayi yang baru lahir. Pemberian ASI secara penuh mempunyai daya lindung 4x lebih besar terhadap diare daripada pemberian ASI yang disertai dengan susu botol. Flora usus pada bayi-bayi yang disusui mencegah tumbuhnya bakteri penyabab diare. Pada bayi yang tidak diberi ASI secara penuh, pada 6 bulan pertama kehidupan, risiko mendapat diare adalah 30 x lebih besar. Pemberian susu formula merupakan cara lain dari menyusui .Penggunaan botol untuk susu formula, biasanya menyebabkan risiko tinggi terkena diare sehingga mengakibatkan terjadinya gizi buruk.
b).        Makanan Pendamping ASI

Pemberian makanan pendamping ASI adalah saat bayi secara bertahap mulai dibiasakan dengan makanan orang dewasa. Pada masa tersebut merupakan masa yang berbahaya bagi bayi sebab perilaku pemberian makanan pendamping ASI dapat menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya diare ataupun penyakit lain yang menyebabkan kematian. Perilaku pemberian makanan pendamping ASI yang baik meliputi perhatian kapan, apa dan bagaimana makanan pendaping ASI diberikan. Ada beberapa saran yang dapat meningkatkan bara pemberian makanan pendamping ASI yang lebih baik, perkenalkan makanan lunak, ketika anak berumur 4-6 bulan tetapi teruskan pemberian ASI. Tambahkan macam makanan sewaktu anak berumur 6 bulan atau lebih.   Berikan makanan lebih sering (4x sehari)
c)         Menggunakan air bersih yang cukup.

Sebagian besar kuman infeksi penyebab diare ditularkan melalui jalur fekal-oral mereka dapat ditularkan dengan memasukkan kedalam mulut, cairan atau benda yang tercemar dengan tinja misalnya air minum, jari-jari tangan, makanan yang disiapkan dalam panci yang dicuci dengan air tercemar.  Masyarakat yang terjangkau oleh penyediaan air yang benar-benar bersih mempunyai resiko menderita diare lebih kecil dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih. Masyarakat dapat mengurangi resiko terhadap serangan diare yaitu dengan menggunakan air yang bersih dan melindungi air tersebut dari kontaminasi mulai dari sumbernya sampai penyimpanan dirumah. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh keluarga diantaranya; mengambil air dari sumber air yang bersih , ambil dan simpan air dalam tempat yang bersih dan tertutup serta gunakan gayung khusus untuk mengambil air, pelihara atau jaga sumber air dari pencemaran oleh binatang dan untuk mandi anak-anak, gunakan air yang direbus, cuci semua peralatan masak dan makan dengan air yang bersih dan cukup
d).        Mencuci tangan

Kebiasaan yang berhubungan dengan kebersihan perorangan yang penting dalam penularan kuman diare adalah mencuci tangan.

 

PRINSIP TATALAKSANA PENDERITA DIARE

a).  Mencegah terjanya dehidrasi

Mencegah terjadi nya dehidasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan memberikan minum lebih banyak dengan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin, kuah sayur, air sup. Macam cairan yang dapat digunakan akan tergantung pada :  Kebiasaan  setempat dalam mengobati diare, tersedianya cairan sari makanan yang cocok, jangkauan pelayanan kesehatan, tersedianya oralit. biila tidak mungkin memberikan cairan rumah tangga yang diajukan , berikan air matang, mengobati dehidrasi. Bila terjadi dehidrasi (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke petugas atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang  cepat dan tepat, yaitu dengan oralit. Bila terjadi dehidrasi berat, penderita harus segera diberikan cairan intravena dengan ringer laktat sebelum dilanjutkan terapioral
b).  Memberi makanan

Berikan makanan selama diare untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Berikan cairan termasuk oralit dan makanan sesuai yang dianjurkan.  Anak yang masih mimun ASI harus lebih sering diberi ASI.   Anak yang minum susu formula diberikan lebih sering dari biasanya. Anak usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapat makanan padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna sedikit sedikit tetapi sering. Setelah diare berhenti pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan anak. 

c).  Mengobati masalah lain

Apabila diketemukan penderita diare disertai dengan penyakit lain, maka diberikan pengobatan sesuai indikasi, dengan tetap mengutamakan rehidrasi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari biasanya disertai kejang perut, terasa haus yang amat sangat, tidak mau makan, badan lesu, dan lemas demam dan muntah (pada orang tertentu). Diare dapat dicegah dengan cara memberikan ASI, memperbaiki makanan pendamping ASI, menggunakan air bersih yang cukup, mencuci tangan, menggunakan jamban, membuang tinja bayi yang benar, memberikan imunisasi campak serta dapat ditangani dengan memberikan cairan guna mencegah dehidrasi, memberikan makanan yang mudah dicerna dalam porsi sedikit namun sering diberikan.
Saran

Bila terjadi dehidrasi berat (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke petugas atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang  cepat dan tepat, penderita harus segera diberikan cairan intravena dengan ringer laktat sebelum dilanjutkan terapioral.
DAFTAR PUSTAKA
Soebagyo. 2008. Diare Akut pada Anak. Surakarta: Sebelas Maret University  Press.
Setiawan. 2007. Diare Akut Karena Infeksi dalam Sudoyo, Aru W. Setiyohadi, Bambang. Alwi, Idrus. Simadibrata K, Marcellus. Setiati, Siti. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
Depkes RI. 1992.        Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT). jakarta
Adisasmito. 2007. Faktor Resiko Diare Pada Bayi dan Balita Di Indonesia. Depok :Universitas Indonesia press

SELAMAT DATANG

Selamat datang di

Erdi Humeid (ايردي حومييد)

Blog  ini menyediakan informasi mengenai gizi dan kesehatan masyarakat serta diharapkan menjadi sarana diskusi untuk memberika informasi yang terkini terkait gizi dan kesehatan masyarakat.  Semoga tulisan apapun yang ada di blog ini bermanfaat bagi semua pihak.  God Bless You. Terima Kasih,

  • Kalender 2011

    August 2016
    S M T W T F S
    « Nov    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Konsultasi Gizi